Sabtu, 23 Oktober 2010

Tugas anak SMA

Nama : KARTINI MAHAKAM PUTRI
Kelas : X1 (sepuluh satu)
Mapel : Bahasa Indonesia
Guru pembimbing : Novita Rahayu, S.Pd
Membuat cerita pendek (cerpen)
Sebagai tugas Bahasa Indonesia


SAHABAT SEJATI

SMA NEGRI 1 SANGATA SELATAN
KUTAI TIMUR
2009/2010
SAHABAT SEJATI
Namaku Danti umurku 11 tahun aku punya sahabat namanya Rasti sejak kecil aku sudah bersahabat denganya, dulu kita berjanji untuk bersahabat untuk sehidup semati. Tetapi sekarang dia sudah tidak pernah berbicara sepatah katapun kepadaku karena dia sudah mempunyai sahabat baru dan tidak pernah memperdulikan aku lagi.Ketika itu hari pertama kita masuk kelas 6 SD ada anak baru bernama Asti. Setelah Rasti berkenalan dengannya dia sudah tidak pernah berbicara lagi denganku. Kadang-kadang aku suka menangis dalam hati kenapa sahabatku bisa meninggalkanku begitu saja.
Akhirnya aku mempunyai sahabat baru bernama Lisa ia baik sekali denganku dia tahu semua ceritaku mulai Rasti menjalin persahabatan denganku sampai Rasti memutuskan tali persahabatan.Lisa anaknya pintar jadi aku sering belajar bersama.
Pada suatu hari Asti tidak masuk selama seminggu karena sakit, selama itu juga Rasti tidak ada teman bicara. Tiba-tiba Rasti mengajaku mengobrol seperti orang yang tidak mempunyai salah apa-apa.
“Hey,apa kabar nih, Dan?” Tanya Rasti sok akrab.
“Baik emang,napa?” jawab ku heran
“Ngak nanya doang!” Balas Rasti
Gak mutu .Jawabku dalam hati.
“Eh, Lis ke kantin yuk!” Ajakku ke Lisa dan memotong pembicaraan Rasti.
“Yuk.” Jawab Lisa singkat. Akhirnya aku ke kantin bareng Lisa aku membeli mie goreng karena udah laper BANGET. Pulangnya aku dapet SMS.
“Kok kamu cuek banget sama aku. Emangnya kenapa?” Tanya Rasti
“Seharusnya kamu tuh mikir dong kenapa? Kenapa dulu kamu jauhin aku? Tapi sekarang kamu berpaling ke aku ketika dia Nggak masuk.” Jawabku
“Lho, emangnya salah ya kan aku coba berteman dengan yang lain.” Jawab Rasti.
“Kamu tuh seharusnya tau gimana perasaan aku yang selama ini telah menjadi sahabat kamu yang setia dan emang kamu lupa dengan janji kita?” Jawabku
“Aku tau perasaan kamu dan aku masih ingat dengan janji kita ‘Kita harus selalu bersahabat sampai mati’.” Jawabnya
“Terus kenapa kamu tinggalin aku begitu aja.” Jawabku
“Ah, susah ya ngomong ama kamu.” Jawabnya dengan nada marah

Esoknya Lisa datang ke rumah ku untuk ngerjain PR bareng. Katanya panyakitnya demam berdarah Asti sudah tidak parah lagi. Aku bersyukur karena sebentar lagi dia akan masuk kelas dan Rasti tidak kesepian lagi. Walaupun aku kesal denganya tetapi tidak mungkin aku kesal denganya dalam semua hal.
Esok harinya Asti tetap belum tidak masuk karena masih sakit pastinya Rasti masih kesepian karena tidak ada yang mengajak dia ngobrol karena merasa kasihan Lisa mengobrol dengannya aku pun hanya mendengarkan musik memakai headset. Ketika aku pulang bersama Lisa aku bertanya.
“Eh Sa, tadi kok kamu tadi nggak ngobrol sama aku?” Tanyaku
“Aku kasihan sama Rasti ajah. Ke Mall yuk aku mau beli sesuatu.” Ajak Rasti.
“Yuk!” Ketika di Mall kita bertemu sama Asti.
“Kok kamu nggak masuk lagi.” Tanyaku
“Sebenarnya penyakitku udah lama sembuh tapi sama orangtua ku disuruh nggak masuk dulu takutnya temen-temen bisa ketularan.” Jawab dia
“Eh, makan yuk laper nih.hehehehe sorry ganggu yang lagi ngomong.“ Ajak Lisa sambil cengengesan. Lalu kita langsung pergi ke tempat makan yang sudah kita setujui yaitu KFC.
“As, kamu besok bisa masuk nggak kasihan tuh si Rasti nggak ada temen ngobrol.” Ajak Lisa kepada Asti untuk masuk sekolah.
“Tapi aku males nih kalau ngobrolnya sama Rasti, aku kan juga mau ngobrol bareng kalian.” Curhat Asti tentang sahabatnya itu (Rasti).
“Emangnya kenapa kok kamu bisa-bisanya sebel sama dia?” Tanyaku.
“Sampe-sampe si Rasti mutusin tali persahabatan dia dengan Danti untuk berteman dengan kamu.” Tambah Lisa membuat suasana memanas.
“Jadi sebenernya kamu udah sahabatan sejak kapan kok, aku nggak pernah dikasih tau sama dia?” Tanya Asti bingung.
“Hah,jadi kamu sama sekali nggak tau, aneh.Danti itu udah bersahabat dengan Rasti sejak kecil dan setelah kelas 6 dia berpaling ke kamu deh, tapi maaf loc bukannya semua hal yang terjadi ini salah kamu.” Jelas Lisa panjang lebar.
“Oh, gitu ceritanya ya kok aku gak pernah tau ya.” Ujar Asti bingung.
“Tapi As, kamu jangan jangan ngejauhin Rasti ya aku kasihan ma dia.” kata Lisa.
“Eh, aku mau beli sesuatu nih ke toko buku yuk.” Ajak aku
“Kayaknya aku nggak bisa ikut deh soalnya aku udah harus pulang dah.” Tolak Asti.
“Ya sudah deh aku pergi bareng sama Lisa aja deh, dah juga.” Kataku sambil menggandeng tangan Lisa.
“Dah!” Kata Lisa dengan melambaikan tangan.
“Good bye, see you later”
Dalam hati aku berfikir ,ternyata selama ini Asti tidak suka ngobrol sama Rasti terus dia pingin ngobrol dengan aku dan Lisa. ANEH……..Aku tahu kalau hal ini aku kasih tau ke Rasti pasti dia akan lebih kesepian lagi ketika sampai dirumah di HP ku ada SMS dari Asti isinya:
“Jangan kasih tau Rasti kalau aku enggak suka sama dia Oke!! Oh iya jangan bilang ke guru kalau aku udah sembuh soalnya aku masih males masuk sekolah hehehehe”

Hari berikutnya walaupun Asti sudah sembuh tapi belum masuk dasar pemalas.
“Eh, kamu di SMS Asti nggak?” Tanya ku, Lisa memberi isyarat yang artinya iya.
“Yuk kita pergi upacara udah mau mulai nih!” Ajak Lisa
“Tunggu dulu aku mau ngambil topi dulu!” Jawab ku sambil mencari topi.
“Oke deh aku pergi duluan ajah ya!” Jawab Lisa dan langsung pergi.
“Tadi kamu bilang Asti SMS kamu sama Lisa ya?” Tanya Rasti dengan tampang mukanya yang sedih.
“Emangnya kenapa?” Jawab ku.
“Soalnya Asti udah nggak pernah SMS aku lagi ketika dia sakit kenapa ya?” Tanya Rasti bingung.
Esok Harinya Asti akhirnya masuk karena udah lumayan baikan, Yah….. sebenernya udah lama sih dia sembuh. Walaupun Asti tidak mau berteman dengan Rasti tetapi dia terpaksa karena dia merasa kasihan ke Rasti. Tiba-tiba Rasti pingsan semua anak membawanya ke UKS. Teman-teman kebingungan kenapa dia tiba-tiba pingsan. Orangtua Rasti sudah ditelpon dan mereka datang secepat mungkin,orang tuanya membawa Rasti ke rumah sakit terdekat.
Ternyata dia menderita penyakit kurang darah yang sudah sangat kritis sebentar lagi dia tidak bisa menghirup udara segar lagi. Pantas saja dari hari ke hari kok muka Rasty tambah pucat. Aku bertanya-tanya sejak kapan dia mengidap penyakit itu kenapa dia nggak bilang padaku kenapa kapan bagaimana, semua pertanyaan itu terngiang di kepalaku. Rasa sedih, rasa kasihan semua rasa berkecamuk di dalam hatiku, aku minta maaf dalam hati
“Maafkan aku ketika di waktu-waktu akhir hidupmu aku tidak memaafkanmu ,maafkan aku Rasti
Diakhir-akhir hidupnya dia berkata padaku:
“Sebenernya penyakit ini sudah kuderita sudah lama karena itu juga aku ngejauhin kamu supaya kamu tidak terlalu sedih memikirkan aku, maafkan aku Danti”Ucap Rasti sebelum dia menghembuskan nafasnya yang terakhir.
“Maafkan aku Rasti dan selamat tinggal.” Teriak ku ketika Rasti menghembuskan nafasnya yang terakhir.Walaupun dia sudah lama menderita penyakit ini tetapi sudah tidak ada darah lagi yang bisa didonorkan karena golongan darah Rasti termasuk golongan yang susah didapatkan. Aku berdoa supaya Rasti diterima di sisi Allah SWT. Amiiin……..



“THE END”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar